Kantor Pos dan Telegraf di Makassar, 1910

in sejarah •  2 months ago 

209056.jpg
Foto: E. Becker/National Gallery of Australia

Pada awalnya, tidak banyak orang-orang Belanda yang mau bekerja dan menetap di Hindia Belanda. Kebanyakan dari mereka yang bekerja di seberang lautan biasanya adalah pegawai VOC yang terdiri dari tenaga sipil dan militer.

Namun kemajuan teknologi transportasi dan telekomunikasi membuat jarak antara Eropa dan Asia makin sempit. Penemuan kapal uap dan telegraf membuat hubungan antara Belanda dan Hindia Belanda makin intens. Ditambah lagi dengan dibukanya Terusan Suez yang memotong jarak dan waktu tempuh Eropa - Asia.

Akibatnya, makin banyak perusahaan Belanda yang menanamkan modalnya di Hindia Belanda dan mengirimkan para pekerjanya untuk bekerja di tanah seberang. Koloni-koloni orang Belanda pun makin banyak di berbagai kota di Hindia Belanda sehingga berbagai infrastruktur pun dibangun mengikuti perkembangan teknologi di Eropa.

Diantaranya adalah teknologi telekomunikasi yaitu telegraf yang melengkapi fungsi pos dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi.

Foto di atas memperlihatkan sebuah kantor pos dan telegraf (Post En Telegraafkantoor) di Makassar sekitar tahun 1910. Ketika teknologi telepon mulai marak, kantor pos dan telegraf ditambah satu fungsi lagi, yaitu telepon. Biasa disingkat PTT: pos, telegraf, dan telepon.

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!