Bermain dengan Anak

in hive-160196 •  last month 

Bermain adalah salah satu aktivitas penting yang tidak mungkin dilewatkan oleh anak-anak. Ya, bermain adalah dunia anak-anak.

Anak-anak belajar banyak keterampilan dari bermain, entah yang berkaitan dengan motorik kasar dan halusnya, perkembangan sensorik, perkembangan bahasa, sosialisasi, kerja sama, maupun imajinasinya. Bahkan, Anda juga bisa menggunakan permainan sebagai sarana untuk mengajarkan perilaku tertentu pada anak.

Ternyata tidak semua permainan sama. Sosiolog Mildred Parten menjelaskan ada 6 tipe bermain. Tipe bermain ini akan diikuti oleh seorang anak bergantung pada usia, suasana hati, dan latar sosial mereka


IMG_20211205_112026.jpg


Tumbuh kembang anak terlalu sering diasosiasikan dengan perkembangan kemampuan fisik anak. Padahal, memastikan tumbuh kembang mentalitas anak adalah hal yang tak bisa dianggap remeh. Kesehatan mental adalah dasar dari karakter seseorang untuk menjalani hidup, menghadapi tantangan, dan membentuk kepribadian.

Anak yang mentalnya bermasalah kerap kali menunjukkan beberapa perilaku negatif, seperti agresif, menarik diri, hiperaktif, merasa tidak aman, tegang, mengucilkan diri, sulit fokus, dan masih banyak ciri yang lain. Untuk itu, Ayah dan Bunda diharapkan dapat menjadi lebih peka terhadap ciri-ciri sejenis yang tersebut di atas. Selain meminta bantuan ke profesional, Ayah dan Bunda juga bisa mengambil peran menyelesaikan masalah mental anak, salah satunya adalah dengan bermain.

Tak hanya dapat menstimulasi perkembangan motorik dan otaknya, bermain juga dapat menumbuhkan rasa percaya dan keterikatan yang menyenangkan antara orang tua dengan anak.

“Dengan kata lain, hal ini tentu baik untuk membentuk atau bahkan memulihkan kondisi mental anak. Lewat bermain dengan orangtua, anak yang sulit mengkomunikasikan pikirannya, bingung dengan apa yang sedang terjadi dan bagaimana ia harus bersikap, akan merasa dimengerti dan dibantu. Dengan cara ini pula, kita, sebagai orangtua, juga bisa mengevaluasi cara kita bersikap dan mengasuh anak

Adapun, beberapa tipe permainan yang bisa dilakukan untuk bermain dengan anak adalah dongeng dan bercerita, seni, musik, drama, boneka dan tipeng, tarian dan gerakan, atau masih banyak pilihan yang lain.
“Dongeng, misalnya, itu bisa bantu mengembangkan aspek moral dan spiritual anak. Kemudian, seni, sesuatu yang bisa melatih kreativitas pada anak, seperti drama, misalnya. Musik juga bisa membuat anak lebih berani dalam mengekspresikan diri mereka dengan cara yang positif. Masih banyak yang lain yang bisa dilakukan. Sesuatu yang seru, tapi juga memiliki dampak yang baik,

Penelitian juga menyebutkan bahwa bermain dengan model-model yang tersebut di atas, juga dapat menstimulasi otak anak untuk bekerja lebih aktif. Melalui permainan-permainan seperti itu, anak dapat mendapatkan informasi lewat metafora, sesuatu yang bisa diterapkan dalam kehidupan nyata sehari-hari.

Seperti diketahui, kegiatan bermain sering dipakai oleh para psikolog sebagai terapi. Terapi ini lebih dikenal dengan nama terapi bermain atau play therapy. Secara khusus, terapi tersebut ditujukan kepada anak yang mempunyai masalah dengan emosi. Jadi, jangan lupa luangkan waktu untuk bermain dengan anak


Reference 1.

Reference 2.


Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!