The Diary Game, Selasa 23 November, Membawa Shafana Posyandu

in hive-153970 •  2 months ago 

z.jpg
sarapan pagi

50% hasil postingan ini saya sumbangkan untuk @worldsmile demi mendukung program kemanusian.

Hai taman-teman setia steemit dimanapun berada, apa kabar di hari yang bahagia ini, semua baik-baik saja kan, ayo terus semangat, jangan kendurkan semangat sedikitpun.
Hari ini saya akan menceritakan kisah seru kemarin, teman-teman silakan siapkan kopi atau teh tanpa gula, karena rasa manisnya sudah ada dalam cerita saya, ha ha ha
Pagi-pagi saya sudah dapat rezeki dari Allah, pasalnya keluar kamar tidak mesti menyiapkan sarapan pagi, ternyata sudah abiya sipakan dengan sangat praktis, abiya menyiapkannya dengan tanpa suara dan menghidupan api kompor lho teman-teman, tapi langsung membeli pada warung depan, ha ha ha
Selesai sarapan saya “peteupat Rung sejenak” di kursi, memberi kesempatan kepada usus saya mencerna makanan yang barusan saya opor pada mereka, itu penting lho teman-teman, bisa membantu proses pertumbuhan (pertumbuhan kesamping maksudnya, ha ha ha).
Jam 9.00 saya bersiap-siap membawa shafana ke Posyandu, mimi memberi tahu bahwa hari ini ada kegiatan posyandu balita di desa Tanjon Punti, jadi shafana akan berkenalan dengan teman-teman barunya.
Jam 10.00 Tati tiba menjemput kami, Shafana nampaknya kurang berminat berangkat, buktinya di bobok aja tidak mau membuka mata melihat persiapan kami akan berangkat.
Sampai di tempat posyandu Shafana jadi lady lho man temna, semua pada bilang “ duh cantiknya, duh manisnya” orang itu kayak kurang tahu saja siapa umminya, kan cantik seperti umminya, (ada yang rencana bantah, saya blokir lho, ha haha).
Alhamdulillah berat badan shafana sudah meningkat 1,2 kg dari berat saat lahir, duh bahagianya.

Pulang posyandu saya langsung menidurkan shafana ke dalam ayun, kemudian berganti pakaian tempur dan menuju medan perang dapur, menu kami hari ini sayur kembang kol, wortel, serta tahu, pesanan Aira sayur cap cai.

Siangnya saya beristirahat bersama shafana setelah abbiya dan anak-anak berangkat pulang ke rumah mimi, jam 4.00 lebih saya baru bangun untuk shalat ashar.
Sorenya adalah waktu paling sibuk serumah tangga, suara-suara keras silih berganti memanggil ummi, ga ada satupun yang manggil abi, jadi cemburu juga rasanya lihat abi ga di ganggu sama anaka-anak, tapi ini kebahagian kita, ya kan teman-teman.

Malamnya kegaitan saya buuaanyak banget, tapi susah menulisnya, mulai menyuapi anak-anak, mengasuh shafana, serta mencuci piring, jam 10.00 saya baru bisa break dari kerjaan.
Jam 11.00 saya berusaha menidurkan shafana cepat-cepat, biar saya juga bisa beristirahat, tapi mau apa lagi, shafana kurang kooperatif, kayaknya mesti di didik kooperatif dulu tu anak.

zz.jpg
Bersiap berangkat Posyandu

zx.jpg
Menu siang kami

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!