Betterlife, The Diary Game Minggu 16 Januari 2022: Tata Came Back To Say Good Bye🥺

in hive-103393 •  4 months ago  (edited)

Assalamualaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuhu

Halo Steemian!

Semalam, adik bungsu saya memberi tahu saya dan Mama bahwa dia melihat Tata di depan pintu pagar rumah kami. Tetapi adik saya tidak tahu pasti apa benar itu Tata atau bukan karena dia sedang mengendarai motor yang bermuatan dua galon air. Oleh karena itu, saya dan Mama dengan cepat memeriksanya keluar. Alhamdulillah, itu benar Tata, kucing saya yang hilang sejak dua hari lalu. Saya pikir dia sudah tidak ada lagi di dunia karena keracunan. Biasanya, Tata dan Suga memang selalu tidur di kamar saya dan Mama. Awalnya, saya kira dia ingin tidur di ruang tengah saja. Ternyata, tidak. Dia ingin tidur di dalam kamar juga.

Saat adzan shubuh Mama terbangun lebih dahulu karena Tata buang air kecil di kasur. Badannya terlalu lemas untuk bergerak dan dia tidak cukup tenaga untuk bersuara. Sadar, Mama sudah bangun sebab Tata, saya pun segera bangun. Mama sudah memindahkan Tata ke tempat yang lebih nyaman yang tidak kotor. Kemudian, setelah sholat shubuh, saya menemani Tata. Keadaan nya semakin memburuk, untuk berdiri saja dia tidak sanggup. Liurnya berwarna kuning, mulutnya biru, matanya sayu sulit berkedip, nafasnya cepat dan sesak.


23AF9E70-017C-4C0A-A2E6-996BD934F5BE.jpeg

Andai saja orang orang tidak menggunakan racun di rumah atau pekarangan mereka, mungkin Tata, Suga dan Timi tidak perlu kesakitan. Hmm, salah saya juga. Saya menyesal karena tidak menahan mereka keluar tempo hari.

Sepanjang pagi ini saya bersama Tata. Ketika suasana di luar lebih terang, saya memindahkan Tata ke dekat pintu yang menghadap taman mini Mama supaya dia bisa menghirup udara segar. Ketika hari sudah agak panas sekitar pukul sembilan, saya berjemur dengan Tata agar tubuhnya lebih kuat. Kemudian, saat Tata menunjukkan ketidaknyamanan, saya ajak dia masuk ke rumah lagi.

Sebelum sholat dhuhur, saya makan siang di samping kardus tempat Tata berada. Di pertengahan waktu saya makan, Tata sakaratul maut. Badannya mulai kejang kejang dan matanya nanar. Ah, pengalaman menyakitkan bagi saya harus menyaksikan ke empat kucing saya mati bertubi tubi.

Setelah sholat dhuhur, adik bungsu saya menggali lubang kuburan untuk Tata di samping balai dekat dengan taman mini Mama. Sedih, tapi semua makhluk hidup pasti akan merasakan kematian. Saya ikhlas kucing kucing kami diambil Allah, saya hanya sedih saja karena waktu bermain saya dengan mereka sudah habis.

Sorenya, saya pergi ke mantri dengan Mama. Di mantri, Mama memeriksa kadar gula dan kolesterol. Selain itu, saya dan Mama juga masih mencium bau racun dari tubuh Tata dan Suga sampai perut kami mual. Pasti, mereka berdua benar benar menderita saat sakit. Hmm.

Selesai dari mantri, saya dan Mama pergi ke Indomart. Kami berdua pergi membeli whiskas untuk Koko, kucing saya yang masih ada. Sebelumnya kami punya setidaknya delapan kucing tetapi sekarang hanya tinggal dua, Koko dan Puchi. InshaAllah kami sekeluarga akan menjaga mereka dengan baik. Sepulang dari Indomart, saya melihat video video tentang penyelamatan binatang di YouTube sampai maghrib tiba.




Begitulah cerita saya untuk hari ini teman teman semua! Terimakasih sudah membaca blog saya!

Instagram: @ozzarm
YouTube: Goore Oja

Thanks to:
@anroja
@radjasalman
@ernaerningsih
@heriadi
@firyfaiz
@steemcurator08
@steem.sea


Regards,

@ozzarm

About me

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Postingan ini telah dihargai oleh akun kurasi @steemcurator08 dengan dukungan dari Proyek Kurasi Komunitas Steem.

Selalu ikuti @steemitblog untuk mendapatkan info terbaru.

@ernaerningsih.