Antara Anjing Dan Sherina Munaf

in hive-103393 •  11 months ago  (edited)

Assalammualaikum.....

Salam mantrap untuk kita semua....

Tergelitik dengan berita viral baru-baru ini, berita tentang kematian seekor anjing bernama canon di pulau banyak Aceh Singkil. Sebenarnya anjing ini adalah anjing biasa punya kaki empat taring tajam dan lidah menjulur selayak anjing biasa. Kematian canon terjadi setelah Satpol PP menangkap anjing tersebut, dari berita yang membuncah di media canon tewas karena diduga di siksa, atau kehabisan nafas di dalam kurungan saat hendak dibawa ke Medan.

Citra Satpol PP memang naik turun atau malah lebih sering turun dimata masyarakat, biasanya satpol PP terkenal dengan pembongkaran lapak pedagang kaki lima atau pemukulan terhadap masyarakat. Tapi kali ini berbeda justru seekor anjing yang menjadi lawan satpol PP. Canon memiliki pemilik, bukan lah anjing liar namun anjing peliharaan, dan yang memviralkan video satpol PP vs anjing diduga kuat adalah sang pemilik anjing.

1531333249.jpg
Sherina Munaf source

Anjing biasa dipelihara oleh manusia, bahkan oleh seorang muslim namun seringkali lebih kepada anjing penjaga, yang ditempatkan di kebun atau ladang, di Aceh anjing sering dilihat di pertokoan milik warga keturunan tionghoa. Sangat jarang muslim di Aceh memelihara anjing dirumah, karena statusnya Haram dipelihara dirumah sesuai syariat. Tentu saja kondisi ini berbeza dengan muslim kota besar yang sudah terpengaruh kebiasaan kekinian, mereka akan kita jumpai memilihara anjing dirumah dan itu sudah menjadi hal biasa saja.

Berita kematian canon menjadi viral setelah ditanggapi oleh salah seorang artis wanita ibu kota yaitu Sherina Munaf. Alih-alih Sherina ingin mengutarakan kecintaannya terhadap anjing justru malah mendeskriditkan satpol PP Aceh singkil bahkan pemerintahan Aceh singkil. Sherina dikenal oleh anak muda akhir 80-an dan 90-an sebagai artis cilik, bahkan film layar lebar yang dibintangi oleh Sherina berjudul petualangan Sherina memiliki jasa besar untuk menghidupkan dunia perfilman Nasional yang mati surisuri, dengan kata lain Sherina cukup dikenal dan terkenal.

Aksi balas membalas argumen dan pembelaan masih berlangsung, pemerintah Aceh Singkil merasa Satpol PP telah melakukan SOP yang benar saat menangkap canon, tidak seperti (oknum) Polisi saat kejadian di Kilometer 50 terhadap laskar FPI yang katanya melanggar SOP atau unlawful killing. Saat menangkap canon satpol PP sudah memberi pemberitahuan kepada pemilik canon sebelumnya. Canon dinilai buas dan mengganggu wisatawan yang kebetulan daerah canon adalah daerah kawasan wisata. Tentu saja Aceh Singkil bermayoritas muslim, dan pengunjungnya juga muslim, kenapa disini menyinggung identitas karena di media selalu membuat judul yang menyangkut tentang "wisata islami"

Banyak yang tidak suka saat kita membawa agama terhadap suatu persoalan sosial, namun ketahuilah Agama tidak akan terlepas dari segi kehidupan seorang muslim.

Syariat jelas melarang penyiksaan hewan bahkan hewan yang mutlak haram seperti babi (kecuali darurat) , kalau anjing masih terjadi khilafiyah antara basah atau kering saat memegangnya. Tidak dibenarkan menyiksa hewan, terbukti dengan cara seorang muslim saat menyembelih hewan, ilmu pengetahuan modern mengatakan penyembelihan dengan cara islam adalah yang terbaik, terbaik disini dimaksudkan cepat, singkat, tepat, dan paling minim rasa sakitnya, jika dibandingkan dengan cara di setrum atau ditembak dan lainnya.

Kita semua tau canon adalah anjing berwarna hitam pekat dilihat dari video yang diviralkan, dalam syariat anjing berwarna hitam pekat boleh dibunuh apalagi canon selain berwarna hitam juga buas yang kerap mengkwatirkan pengunjung, tentu saja dibunuh instan tanpa menyiksa. Apa lacur kehidupan sosial masyarakat Indonesia tak lepas dari hobi berkomentar, ditambah dengan kecanggihan tekhnologi dengan media sosialnya. Tak peduli dari masyarakat kalangan manapun, "nyinyir" Terlebih dahulu baru kemudian mencari tau.

dv0xduhkxxmw7jfl6bz3.jpg
Canon anjing hitam yang viral source

Kasus video canon ini menggambarkan dengan jelas watak masyarakat indonesia betapa reaksionernya dalam menanggapi sesuatu peristiwa. Para orang yang menamakan dirinya sebagai kelompok pecinta hewan tak mau kalah dalam menanggapi soalan canon ini. Muasal tak lepas dari cuitan sang Sherina Munaf sebagai pubilk figur alias artis, artis lainnya juga tergopoh untuk juga berkomentar seperti Manohara Adelia Pinot dan Hotman Paris. Betapa anjing di sebuah daerah paling barat pulau sumatra mampu membangkitkan kegaduhan ditengah masyarakat Indonesia.

Twitter Sherina Munaf juga banyak di nyinyirin oleh orang-orang yang menjadikan anjing sebagai menu makanannya. Kebanyakan kita tau, Sherina juga kita yakini tau, bahkan orang-orang yang menamakan dirinya sebagai pecinta hewan pun tau bahwa di Sulewesi Utara Kota Tomohon, terkenal dengan pasar ekstrem-nya. Di pasar tersebut menjual hewan-hewan tak biasa untuk dijadikan menu makanan, seperti ular kobra, piton, kelelawar, kucing, babi hutan, tikus, termasuk anjing dan semacamnya. Saat kita melihat video dari you tube keadaan pasar tomohon mungkin kita sebagai seorang muslim akan terheran-heran bahkan bersedih, bagaimana tidak anjing disana tidak melalui proses sembelih, langsung dipukul dengan kayu, kemudian dibakar untuk merontokkan bulu, bahkan ada anjing yang masih setengah mati langsung dibakar. Saat kita lihat di vedeo saja kita kasihan melihat anjing dipukul sampai mati, namun disana sudah menjadi hal biasa, begitulah cara mereka. Di pasar tomohon yang sudah dikenal dunia ini setiap harinya padat menyesak oleh masyarakat disana, dan hal ini adalah kearifan lokal kita selalu berusaha menghargai.

Pertanyaan selanjutnya menanggapi ini kemanakah Sherina Munaf yang katanya mencintai anjing.

Tudak usah jauh-jauh ke Sulewesi, dikampung saya jika populasi anjing liar sudah mulai banyak maka sekonyong-konyongnya akan datang para pemburu untuk menangkapnya. Dari keterangan tetangga pemburu tersebut orang Medan Sumut, ditangkap hidup-hidup kemudian dijual di medan. Saya sendiri belum pernah menyaksikan langsung pasar hewan di Medan, yang jelas anjing laku disana untuk dijadikan menu makanan. Hal-hal seperti ini yang diabaikan oleh Sherina Munaf, jika kita melihat tayangan video canon yang diviralkan nampak abang Satpol PP tersebut ngeri-ngeri sedap mendekati si canon, dan saya yakin mereka tidak suka melakukan pekerjaan menangkap anjing, mungkin abang satpol PP lebih suka ribut dengan Mahasiswa demo atau ribut dengan pedagang, mungkin.....

Boleh jadi diviralkannya video canon berkaitan erat dengan emblem wisata Halal tentu saja narasi halal milik kaum muslim. Mereka yang bukan muslim alias kafir tidak tau, bagaimana repotnya jika dijilat anjing, harus disamak agar suci kembali. Menjadi masuk akal tanggapan bupati Aceh singkil, bahwa ada pihak-pihak yang menjadikan video canon untuk mendeskriditkan pemerintah Aceh Singkil dalam menggalakkan wisata Halal di daerahnya tersebut.

16353443538864386691804689421386.jpg
Dji Sam Soe dan kopi pancong

Penutup

Sahaja saya tuliskan konten kali ini dengan gaya essai, jadinya ya agak panjang dan narasi yang digunakan cukup serius gak ada becandanya. Lumayan capek juga, baik itu saat ngetik dan saat mencari referensi untuk bahan tulisan ini. Walaupun masih jauh dari kata bagus untuk tulisan essai tapi cukuplah untuk dijadikan bahan bacaan bagi yang mampu membacanya. Dengan demikian saya ucapkan terimakasih.... Salam mantrap....

Wassalammmualaikum.....

Buruj ck

Cek indodax Rab, 27, Okt, 21'

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Memanglah kau seorang penulis sejati yang sangat peduli pada isu-isu sosial, budaya dan politik... ekonomi juga?...

Hahah paleng bisa mas pan... Ekonomi gk bg.. Udah ada rizal ramli 😅😅😂

Sherina gak berpetualang lagi dia, makanya asik ngetweet...hahhaa

Hahaha, sepertinya begitu... Harusnya dia berpetualng lagi, ke semeru bulan 5 nanti misalnya ya kan... 😂😂😅😁

Genk Burni featuring dek Mun
Manies...

Aslieyyy... Klo dek mun ikot auto puncak wak...